Apa itu IP Cop? Bagaimana cara penginstallannya ? Pemasangannya serta interface dari ipcop itu sendiri?


Administrasi IPCop

IPCop Router Appliance adalah suatu distribusi Linux yang menyediakan fitur simple-to-manage firewall appliance berbasis perangkat keras komputer. IPCop juga merupakan suatu stateful firewall dibuat berdasarkan pada Linux netfilter framework. Distro ini awalnya dikembangkan oleh tim yang mengembangkan Smoothwall Linux firewall, perkembangan selanjutnya, proyek IPCop dikembangkan dengan bebas, dan saat ini sudah terpisah sepenuhnya. IPCop sangat simple, dan memiliki fitur user-managed untuk mekanisme update security-nya. Bahkan cenderung mudah dipahami untuk yang para pemula, dan handal untuk yang sudah berpengalaman.

Sebelum memulai instalasi IPCop perlu diperhatikan bahwa installer akan menggunakan seluruh kapasitas harddisk. Jadi pastikan tidak ada penting di dalam PC yang akan digunakan untuk instalasi. Spesifikasi hardware PC yang digunakan juga tidak perlu terlalu bagus. IPCop masih akan berjalan lancar di atas PC dengan spesifikasi menengah ke bawah. Installer IPCop dapat diunduh dari situs resminya yakni : http://www.ipcop.org/download.php

Berikut ini adalah step by step instalasi IPCop 2.0.3:
1. Pastikan PC sudah diatur untuk booting dari CD. Pengaturan ini dapat dilakukan melalui BIOS. Di awal instalasi tekan tombol Enter untuk melanjutkan.
2. Pilih bahasa yang akan digunakan.
3. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan memiliki Ok.
4. Pilih jenis papan ketik yang digunakan.
5. Pilih zona waktu di mana server berada.
6. Pastikan pengaturan waktu sudah benar.
7. Tentukan harddisk yang akan digunakan untuk instalasi.
8. Konfirmasi dengan memilih Ok.
9. Pilih tipe instalasi. Jika menggunakan flash card, sebaiknya pilih Flash karena akan memperpanjang umur kartunya.
10. Instalasi akan berlangsung beberapa saat, tunggu hingga selesai.
11. Jika punya salinan konfigurasi dari instalasi IPCop sebelumnya, inilah saat yang tepat bila ingin menggunakannya.

12. Instalasi selesai. Bagian selanjutnya adalah konfigurasi dasar.

13. Setelah selesai maka pertama-tama berikan nama host untuk server ini
14. Lanjutkan dengan memberikan nama domain.
15. Pilih tipe antar muka untuk interface RED
16. Pilih kartu jaringan./Lan card
17. Tentukan jenis antarmuka yang dipilih di langkah sebelumnya. GREEN untuk kartu yang terhubung ke jaringan lokal (Bukan dari sumber internet).
18. Kembali ke langkah empat dan lima. Pilih RED untuk kartu jaringan yang terhubung dari Internet .
19. Pastikan dua kartu jaringan sudah diberi warna.
20. Masukkan pengaturan alamat IP untuk kartu jaringan GREEN.
21. Tentukan nama host untuk kartu jaringan RED jika menggunakan DCHP.
22. Masukkan DNS server yang akan digunakan.
23. Tentukan apakah server DHCP akan dijalankan atau tidak. Jika dijalankan tentukan juga alamat yang akan tersedia di server DHCP.
24. Tentukan password untuk root.
25. Tentukan password untuk admin, user ini akan digunakan melalui antarmuka web.
26. Tentukan password untuk user backup, user ini nantinya akan digunakan untuk backup dan restore konfigurasi IPCop.
27. Konfigurasi dasar selesai.

Kemudian komputer pun akan merestart lalu pasangkan kabel utp dari internet ke lancard red lalu pasangkan kabel utp dari lancard green ke hub/switch.

Setelah selesai, maka masuk dari komputer yang terkoneksi pada hub , kemudian buka browser ketikkan ip yang telah di set untuk ipcop (misal : 192.168.10.254) 
192.168.10.254:445 (ipcop versi 1.XX)
192.168.10.254:8443(ipcop versi 2.XX) 

Interface setelah penginstallan IP Cop selesai 
Logo IP Cop
Tampilan Awal Web GUI IPCop


Menu – menu IPCop :
  • System: Digunakan untuk konfigurasi system utilitas dan fungsi IPCop
  • Status : Menampilkan informasi secara rinci status dan fitur yang dijalankan pada IPCop.
  • Network: Digunakan untuk konfigurasi dan pengaturan jaringan.
  • Service: Digunakan untuk mengkonfigurasi device yang ada pada IPCop.
  • Firewall: Untuk konfigurasi firewall pada IPCop.
  • VPN: Untuk konfigurasi Virtual Privat Network pada IPCop.


Fungsi Button :
  • Connect: Untuk melakukan koneksi ke internet
  • Disconnect: Untuk memutuskan sambungan ke internet.
  • Refresh: Berfungsi untuk menyegarkan atau memperbaharui informasi dilayar utama.


System Menu
Tampilan Halaman System Menu Home

Pada halaman ini (gambar di atas), dirancang untuk membantu dan mengelola IPCop
Home
Submenu ini berfungsi untuk pengembalian ke halaman home.

Tampilan Halaman Updates
Updates
Pada submenu ini memungkinkan untuk melakukan perbaikan atau update IPCop ke versi yang lebih baru.

Tampilan Halaman Passwords
Passwords
Pada submenu ini memungkinkan untuk melakukan pengaturan kembali password admin dan password dial.

Tampilan Halaman SSH Access




SSH Access
Berfungsi untuk melakukan konfigurasi SSH akses IPCop, apakah diaktifkan atau dinonkatifkan

Keterangan :

  • SSH Access : memberikan cekmark pada kotak ini, untuk mengaktifkan SSH Access dimana port SSH yang digunakan pada IPCop adalah port 222 bukan port 22.
  • Support SSH protocol version 1(required only for old clients) : memberikan cekmark pada kotak ini untuk mengaktifkan dukungan SSH klien versi 1, pilihan ini sangat dianjurkan.
  • Allow TCP forwarding : memberikan cekmark pada kotak ini untuk membuat terowongan SSH yang di enkripsi antara IPCop dengan user eksternal.
  • Allow password based authentication : untuk mengaktifkan user yang mau login ke IPCop menggunakan password root.
  • Allow public key based authentication : digunakan untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan otentikasi / mengamankan IPCop dengan SSH.
  • Save : untuk menyimpan hasil konfigurasi.

Tampilan Halaman GUI Settings

GUI Settings

Berfungsi untuk mengkonfigurasi display pada halaman web IPCop.

Keterangan :
  • Enable javascript : jika diaktifkan dapat meningkatkan tampilan pada administrasi halaman web IPCop, karena menggunakan javascript ekstensif. Namun beberepa web browser ada yang tidak berfungsi dengan baik dengan penggunaan javascript ini,
  • Display hostname in window title : jika diaktifkan pada layar web IPCop akan muncul nama host IPCop pada halaman web browser di bagian atas.
  • Refresh index.cgi page whilst connected : jika pilihan ini diaktifkan akan memaksa IPCop untuk merefresh halaman web IPCop setiap 30 detik sehingga waktu koneksi secara teratur diperbarui.
  • Select the language you wish IPCop to display in : pada drop down menu ini dapat memilih salah satu dari 27 bahasa yang saat ini tersedia untuk halaman web IPCop.
  • Beep when IPCop connect or disconnects : untuk mengaktifkan / menon-aktifkan bunyi ketika IPCop terhubung dan putus secara default, IPCop akan mengeluarkan bunyi beep sekali ketika terhubung dan beep dua kali ketika terputus. Namun hal ini tidak mempengaruhi bunyi pada IPCop ketika startup dan shutdown.
  • Restore defaults : utnuk mengembalikan pengaturan IPCop ke kondisi default.
  • Save : untuk menyimpan hasil konfigurasi.

Tampilan Halaman Backup
Backup
Berfungsi untuk melakukan backup terhadap file dan hasil konfigurasi IPCop.
Keterengan : kita dapat melakukan backup file IPCop dan hasil konfigurasi ke hardisk ataupun ke floppy.

Tampilan Halaman Shutdown


Shutdown

Pada submenu ini memungkinkan kita untuk melakukan shutdown dan reboot IPCop dari halaman web IPCop di sisi client. Selain itu juga berfungsi untuk mengkonfigurasi penjadwalan IPCop untuk shutdown dan reboot.



Tampilan Halaman Credits

Credits
Dalam submenu ini berisi semua orang yang telibat dalam proyek pembuatan IPCop ini mulai dari Core Team, Developers, Documentators, Penerjemah, serta Beberapa proyek lain beserta perusahaan

Tampilan Halaman Status Menu
Status Menu
Pada halaman ini berguna untuk melihat informasi dan statistic IPCop.


Tampilan Halaman System Status
System Status
Pada halaman ini berguna untuk melihat daftar informasi secara memyeluruh mengenai status system IPCop.
Keterangan :

  • Services : Menampilkan service yang berjalan .
  • Memori : Menampilkan penggunaan memori / swapfile pada IPCop.
  • Disk Usage : Menampilkan besar hard drive space yang digunakan IPCop.
  • Uptime and Users : Menampilkan output dari perintah uptime dan informasi tentang users currently yang login ke server IPCop.
  • Loaded Modul : Memuat modu yang dimuat dan digunakan oleh kernel.
  • Kernel version : Menampilkan informasi versi kernel IPCop yang digunakan.

 Tampilan Halaman Network Status

Network Status
Pada halaman ini kita dapat melihat informasi mengenai status jaringan IPCop secara keseluruhan .
Keterangan :
  • Interface : Bagian ini menampilkan perangkat jaringan yang terisntal pada IPCop.
  • Current Dinamis Leases : Menampilkan isi dari /var/state/dhcp/file jika dhcpd.leases DHCP diaktifkan.
  • Routing Table Entries : bagian ini menampilkan informasi tabel routing sehingga kita dapat mengetahui semua rute pada IPCop.
  • ARP Table Entries : bagian ini menampilkan informasi ARP Table Entries yaitu bagaimana pertukaran terjadi di interface – interface jaringan, yang terkoneksi ke sebuah segmen media Ethernet dalam rangka memetakan IP address ke address link layer berdasarkan permintaan.

Tampilan Halaman System Graphs



 System Graphs
Dalam submenu ini terdapat empat grafik yaitu CPU Usage, Memeory Usage, Swap Usage, dan Disk Access. Informasi ini dapat menampilkan penggunaan per hari, minggu, bulan, dan tahun.


 Tampilan Halaman Traffic Graphs
Traffic Graphs
Fungsi submenu ini hampir sama dengan system graphs, pada halaman ini menampilkan informasi grafik dari lalu lintas data yang keluar masuk melalui IPCop baik yang melalui antar muka interface GREEN maupun interface RED.


Tampilan Halaman Proxy Graphs

Proxy Graphs
Submenu ini menampilkan informasi lalu-lintas jaringan melalui layanan proxy di IPCop, bagian Proxy access graphs memmberikan informasi tanggal dan waktu dibuatnya grafik, garis analisis, durasi dari analisis, kecepatan analisis, awal dan akhir tanggal dan waktu grafik, serta domains grafik ( keseluruhan umur waktu grafik). Informasi ini sangat berguna untuk memonitor apakah proxy berjalan dengan baik atau tidak.


Tampilan Halaman Connections

Connections
IPcop menggunakan linux Netfilter atau firewall IPTables untuk menjaga Stateful Firewall. Ini berfungsi untuk melacak koneksi dari dan ke semua interface GREEN, BLUE, dan ORANGE IP address jaringan. Selain itu submenu ini juga menampilkan koneksi IPTables.

Tampilan Halaman Network Menu

Network Menu
Pada menu ini kita dapat melakukan beberapa pengaturan yang berhubungan dengan koneksi jaringan.

Tampilan Halaman Dialup
Dialup
Pada submenu dialup ini berlaku jika koneksi internet menggunakan modem analog, perangkat ISDN atau koneksi DSL.
Sebelum melakukan konfigurasi pada submenu ini kita harus memutus koneksi internet untuk sementara yaitu dengan cara masuk ke Halaman Home dan klik button Disconnect untuk memutus koneksi internet, karena kita tidak dapat melakukan konfigurasi pada submenu ini sebelum memutuskan koneksi internet. Jika sudah selesai melakukan konfigurasi pada submenu dialup ini kita dapat membuat online kembali IPCop dengan cara klik button Connect pada Halaman Home.

Tampilan Halaman Upload

Upload
Pada halaman submenu Upload ini digunakan untuk mendownload dan mengupload file yang diperlukan untuk mendukung perangkat modem yang kan terhubung dengan IPCop.
  • Upload Speedtouch USB Firmware : Digunakan untuk mendownload dan mengupload file mgmt.o ke IPCop. Jika file ini belum di upload ke IPCop maka USB ADSL tidak dapat digunakan.
  • Upload File Synch.bin ADSL ECI : Digunakan untuk mendownload dan mengupload file sync.bin ke IPCop. Setelah mengupload file ini modem ADSL ECI dapat digunakan dengan IPCop.
  • Upload Fritz! DSL Driver : Digunakan untuk mendownload dan mengupload file fcdsl.o ke IPCop. Tidak jauh berbeda dengan yang kedu fungsi diatas yaitu setelah berhasil mengupload file ini modem Fritz! DSL dapat digunakan dengan IPCop.

Tampilan Halaman Modem
Modem
Submenu ini berfungsi jika modem yang digunakan adalah modem analog, secara default IPCop mengkonfigurasi submenu ini seperti sebagian besar konfigurasi modem analog.


Tampilan Halaman Aliases
Aliases
Submenu ini diperlukan jika di jaringan internal memiliki server sehingga diperlukan beberapa alias untuk antar muka RED.


Tampilan Halaman Service Menu

Service Menu
IPCop dapat memberikan layanan yang berguna di jaringan yaitu dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada pada submenu sevice, antara lain proxy, DHCP Server, Edit Host, Dynamic DNS Management, Time Server, Intrusion Detection System.


Tampilan Halaman Proxy
Proxy
Proxy diperlukan untuk membantu mempercepat akses website. Yaitu suatu halaman website yang pernah dikunjungi oleh user akan disimpan dalam proxy ini, jadi jika da user lain yang akan merequest halaman yang sama atau yang pernah dikunjungi oleh user lain tidak perlu merequest lagi dari server aslinya cukup mrequest dari proxy ini.
Keterangan :
1. Web Proxy : pada bagian ini digunakan untuk mengaktifkan proxy dan melakukan beberapa konfigurasi yang dperlukan.

  • Enabled on Green : jika memberikan checkmark pada bagian ini berarti mengaktifkan proxy server.
  • Transparent on Green : Jika memberikan checkmark pada halaman ini proxy IPCop kan memaksa client untuk menggunakan proxy jadi kita tidak perlu melakukan konfigurasi pada web browser client.
  • Log Enabled : berfungsi untuk mengaktifkan log sehingga IPCop dapat mencatat report dari proxy.

2. Cache management : digunakan untuk memanajemen ruang hardisk yang digunakan untuk caching halaman web. Selain itu juga dapat dilakukan pengaturan terhadap ukuran objek terkecil ( Min object size (KB) ) yang nilai defaultnya 0 dan juga objek terbesar ( Max object size (KB) ) yang nilai defaultnya adalah 4096KB.
3. Transfer limits : digunakan untuk mengontrol user terhadap pengaksesan web yaitu dengan melakukan pembatasan ukuran maksimum data yang dapat diterima dan dikirim. Sehingga dapat mencegah user men- down load file yang besar yang dapat memperlambat koneksi internet.
4. Save : untuk menyimpan hasil konfigurasi.


Tampilan Halaman DHCP Server
DHCP Server
Dengan adanya DHCP Server ini IPCop dapat menyewakan alamat IP Address kepada client. Sehingga tidak perlu memberikan IP Address ke client satu-persatu karena client akan mendapatkan IP otomatis dari IPCop, DHCP Server sangat membantu administrator jaringan untuk jaringan yang besar.
Keterangan :
  • Enabled : untuk mengaktifkan DHCP server pada interface ini.
  • IP Address/Netmask : merupakan alamat IP address dan netmask interface ini ( untuk konfigurasi ini adalah interface Green ).
  • Start address : digunakan untuk pengaturan alamat ip address terendah/awal yang disewakan ke client oleh DHCP server.
  • End Address : untuk menentukan alamat ip address tertinggi/terakhir yang disewakan ke client oleh DHCP server.
  • Default lease time (mins) : digunakan untuk menentukan interval waktu penyewaan alamat IP dari DHCP server, dan ini merupakan pilihan optional kita dapat membiarkannya dalam kondisi default kecuali jika kita ingin mengkonfigurasi secara manul.
  • Max lease time (mins) : hampir sama dengan default lease time namun ini untuk menentukan interval waktu maksimu penyewaan alamat IP dari DHCP server.
  • Primary DNS : digunakan untuk menentukan primary dns.
  • Secondary DNS : digunakan untuk menentukan secondary dns pada IPCop, ini merupakan optional kita dapat mengabaikannya dengan aman jika tidak diperlukan.
Keterangan :
Additional DHCP Options digunakan jika kita memasukan parameter khusus dan didistribusikan ke jaringan melalui DHCP server.
  • Option name: untuk menentukan parameter DHCP
  • Option Value: masukkan nilai yang sesuai dengan parameter option name, kita dapat melihat informasi jenis nilai yang dapat dimasukkan apakah itu string, interger dan lain – lain dengan mengklik tombol list options.
  • Enabled: untuk mengaktifkan fungsi dari additional DHCP option ini.
  • Option scope: untuk menentukan di jaringan mana fungsi additional DHCP option ini diterapkan apkah pada jaringan yang melalui interface green atau melalui interface blue, kita dapat membiarkan dalam kondisi default unruk diterapkan secara global.
  • Add : untuk menambahkan fungsi additional DHCP option ini.
  • List options: untuk melihat nilai apa saja yang dapat dimasukan pada option value yang sesuai dengan parameter pada option name.
Keterangan :
Current fixed leases ini berfungsi untuk memberikan alamat IP yang tetap/sama kepada client, jadi DHCP server memberikan alamat IP kepada client didasarkan pada Mac Address client. Berbeda jika kita menggunakan DHCP server yang default maka client akan mendapatkan alamat IP yang berubah – ubah dari DHCp server.
  • Enabled: berfungsi untuk mengaktifkan fungsi Current fixed list ini.
  • MAC Address: untuk memasukkan MAC address client yang akan diberikan alamat IP tetap dari DHCP server.
  • IP Address: untuk memasukkan alamat IP yang akan diberikan kepada client.
  • Remark: untuk memberikan tanda pengenal kepada client.
  • Hostname or FQDN : untuk memasukkan nama hostname client.
  • Router IP Address : untuk memasukkan alamat IP router yang digunakan.
  • Dns server: untuk memasukkan alamat IP Dns server.
  • Add: untuk menambahkan fungsi ini pada IPCop.



Akhirnya selesai juga, selagi masih inget makanya saya membuat tutorial ini dengan sedikit tambahan, semoga dapat membantu kalian yah :)
referensi : 
  • http://prasnet192.blogspot.com/2010/04/coba.html 
  • http://rotyyu.blogspot.com/2013/01/tutorial-instalasi-distro-ipcop-203_24.html
  • Pengalaman pribadi 

Perkembangan Animasi


Apa itu ANIMASI ?

Animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak.

Perkembangan Animasi di Masa Lampau


Objek atau gambar dalam animasi tidak sedikit mengambil karakter binatang sebagai tokoh sentral. Tingkah lakunya yang unik betul-betul diekspos dan dihiperbolikkan berdasarkan kebiasaannya sehari-hari sehingga seru untuk dinikmati. Animasi seperti ini biasnya disebut cartoon. Tom & Jerry, Mickey, Goofy & Donald, Looney Tunes hingga Sponge Bob adalah contoh dari sekian banyaknya film animasi yang sangat digemari, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Desain Animasi ini tidak hanya melambungkan tokoh kartunnya, namun juga menyulap perancangnya menjadi jutawan hingga mampu membangun kerajaan raksasa animasi, seperti Walt Disney dengan Dysneyland-nya.

Dalam satu detik durasi, film animasi memakai 18 hingga 24 buah gambar berurutan. Semakin banyak gambar per detik, maka animasi tersebut semakin halus gerakannya. Dapat diperkirakan, berapa buah gambar yang dibutuhkan dalam sepuluh menit film animasi pendek yang biasa muncul di televisi.

Animasi yang kelihatannya sederhana tersebut sebetulnya melibatkan banyak sekali tenaga teknik terlatih di bidangnya masing-masing. Mulai dari pembuat naskah, sutradara, sketsa gambar, gambar jadi, hingga pengisian suara dan musik latar. Silahkan Anda perhatikan ilustrasi musik Tom & Jerry, yang digarap dengan komposisi classic orchestra yang sangat serasi sekali dengan setiap gerakan tokohnya. Biaya produksinya bisa jauh melebihi biaya pembuatan film-film biasa karena ada fase yang terlewatkan jika dibandingkan dengan proses film animasi. Salah satunya membuat urutan gambar yang runtun dan jelimet. Inilah mungkin salah satu kendala mengapa film animasi di negara kita belum memperlihatkan taringnya.


Peranan animasi terutama animasi dalam dunia computer dan peranan animator sebagai sang arsitek pendesain sebuah animasi. Dengan adanya dukungan software animasi berbasis 3 dimensi ini, maka sutradara tidak perlu lagi mendatangkan seorang aktris atau actor yang bayarannya mahal dalam pembuatan film.misalnya cukup dengan mempunyai foto tampak samping dan tampak depan maka wajah kita dapat kelihatan mirip dengan aslinya, dalam bentuk tiga dimensi (3D).
Perkembangan animasi seiring dengan perkembangan pertelevisian, pada awalnya diciptakanlah animasi berbasis dua dimensi (2D Animation) Yakni objek yang dianimasi mempunyai ukuran panjang (X-azis) dan ( Y-axis).Realisasi nyata dalam perkembangan dua dimensi yang cukup revolusioner yakni film – film kartun. salah satu contoh yang paling teknis yakni gambar yang dapat bergerak atau objek dari benda tersebut.

Perkembangan Animasi di Amerika

Animasi mulai berkembang sejak abad 18 di amerika. Pada saat itu teknik stop motion animation banyak disenangi. Teknik ini menggunakan serangkaian gambar diam/frame yang dirangkai menjadi satu dan menimbulkan kesan seolah-olah gambar tersebut bergerak. Teknik ini sangat sulit, membutuhkan waktu, juga biaya yang banyak. Karenauntuk menciptakan animasi selama satu dektik, kita membutuhkan sebanyak 12-24 frame gambar diam. J. Stuart Blackton mungkin adalah orang Amerika pertama yang menjadi pionir dalam menggunakan teknik stop motion animation. Beberapa film yang telah diciptakannya dengan menggunakan teknik ini adalah The Enchanted Drawing (1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906). Selanjutnya, setelah teknologi komputer berkembang, bermunculan animasi yang dibuat dengan teknologi komputer. Animasi itu macam-macam jenisnya. Ada yang 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Pada animasi 2D, figur animasi dibuat dan diedit di komputer dengan menggunakan 2D bitmap graphics atau 2D vector graphics. Sedangkan 3D lebih kompleks lagi karena menambahkan berbagai efek di dalamnya seperti efek percahayaan, air dan api, dan sebagainya. Sedangkan tokoh yang dianggap berjasa dalam perkembangan animasi adalah walt Disney. Karya-karya yang dihasilkannya seperti Mickey Mouse, Donal Duck,Pinokio,putrid salju dan lain-lain.Walt Disney juga adalah orang pertama yang membuat film animasi bersuara yaitu film Mickey Mouse yang diputar perdana di Steamboat Willie di Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney juga menciptakan animasi berwarna pertama yakni, Flower and Trees yang diproduksi Silly Symphonies di tahun 1932. Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula perkembangan animasi di Amerika Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan warna. Dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara ini banyak bersaing dalam pembuatan animasi. Amerika dikenal dengan animasinya yang menggunakan teknologi yang canggih dan kadang simpel. Sedangkan animasi Jepang mempunyai jalan cerita yang menarik. (Pmails/ Cesar Zehan Camille). Hingga saat ini perkembangan animasi di amerika masih sebagai seni yang minor yang hanya ditujukan bagi anak-anak.

Perkembangan Animasi di Jepang



Kemudian animasi merambah dunia asia. Di Jepang misalnya animasi mulai berkembang sejak tahun 1913. Dimana pada waktu itu dilakukan first experiments in animation yang dilakukan oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro. semua jenis animasi yang berasal dari jepang disebut anime oleh penduduk non-Jepang. Berkembangnya industri anime memiliki hubungan yang erat dengan penurunan industri perfilman Jepang. Industri animasi berawal pada tahun 1915 dengan animasi sebagai bentuk karya seni komersial setelah era pasca perang dan memiliki puncak pencapaian pada pemunculan serial tv Astro Boy dari Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Jalan cerita Astro Boy yang menarik dikombinasikan dengan desain grafis yang minimal tapi efektif menjadi alasan kesuksesannya yang cukup cepat.
Walaupun anime juga memiliki pengaruh dari Amerika Serikat, ia telah mengarah pada jalan yang berbeda : orientasi pada orang dewasa dan cerita yang kompleks sebagai keseluruhan strukturnya. Anime berbentuk serial tv (karena erat kaitannya dengan perkembangan manga yang memiliki episode yang panjang) membentuk cerita-cerita serial. Perkembangan anime menjadi Original Animation for Video (OAV) dan ke bentuk film layar lebar sekitar tahun 1970-an membawa pengaruhnya ke luar Jepang.
Memasuki 1990-an, banyak bermunculan anime-anime yang menarik secara intelektual, seperti melalui serial tv yang dianggap provokatif : Neon Genesis Evangelion karya Hideaki Anno dan juga Mononoke Hime karya Hayao Miyazaki, membuat anime makin dikenal.
Secara kronologis, anime berkembang dari pengkarakteran yang hitam putih dan cerita-cerita petualangan bertemakan Cinta, Keberanian dan Persahabatan menjadi filosofi yang kompleks, membuka jalan pada potensi artistik dan komersial. Anime jepang berkembang sesuai dengan perkembangan budayanya. Ciri khas anime lainnya adalah dominannya penggunaan tekhnik animasi tradisional menggunakan cel. Sampai awal 90-an hampir semua anime masih menggunakan teknik animasi tradisional. Ketika tekhnologi digital masuk ke dalam proses pembuatan animasi sekitar pertengahan ‘90-an, studio-studio mulai memproduksi anime mengikuti tren tersebut, walaupun masih ada beberapa studio seperti Ghibli yang masih setia terhadap animasi tradisional pada sebagian besar produknya, dan hanya menggunakan tekhnologi digital sebagai pelengkap. Anime juga merupakan sebuah karya seni kontemporer Jepang yang kaya dan menarik, dengan kekhasan estetika naratif dan visual, yang berakar pada budaya tradisional Jepang dan menjangkau perkembangan seni dan media terkini. Dengan variasi subjek dan materinya, anime adalah sebuah cermin yang berguna pada masyarakat kontemporer Jepang. Pada perkembangannya Anime merupakan fenomena global, baik sebagai kekuatan budaya maupun komersil yang mampu membawa pencerahan pada isu yang lebih luas pada hubungan antara budaya lokal dan global. Sebagai sebuah aksi untuk melawan hegemoni dari globalisasi. Anime tetap memiliki akar ke-Jepang-annya, tetapi ia juga mampu mempengaruhi lebih dari wilayah jepang hingga mencakup area di luar jepang. Memiliki gaya visual yang khas, seperti yang ditunjukkan pada anime tahun 1970-an yang memiliki tracking shots, pengambilan gambar yang panjang bagi pembangunan sebuah shot, panning yang ‘berlebihan’, sudut pandang kamera yang tidak biasa serta pemanfaatan extreme close up. Sekarang ini memang perkembangan animasi di jepang sangat pesat dibandingkan negara-negara lainnya, terbukti denegan besarnya pasar konsumen anime, bukan hanya di jepang bahkan di negara-negara lain.Berbeda dengan Amerika, di jepang film animasi tidak hanya ditujukan pada anak-anak saja tapi juga untuk kalangan dewasa. Animasi menjadi populer di Jepang pada abad 20 sebagai media alternatif dalam penceritaan selain live action.Fleksibilitas variasi penggunaan teknik – teknik animasi memberi kesempatan bagi para pembuat film di jepang untuk mengeksplorasi bermacam ide, karakter, setting yang sulit dilakukan dalam format live action dengan biaya yang terbatas .Anime dapat digolongkan pada budaya populer (di jepang) atau pada sub – kultur (fi Amerika serikat).Sebagai sebuah budaya populer , anime telah dilihat sebagai karya seni intelektual yang menantang.Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukan eksprimen pertama dalam animasi oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913.Kemudian diikuti film pendek [hanya berdurasi sekitar 5 menit] karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917. Pada saat itu Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa “film bisu”. Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin [Nikatsu].

Perkembangan Animasi di Rusia

Perkembangan animasi di Rusia dimulai dengan pionir animator pertama mereka, Ladislas Starevitch (1882-1965), yang merupakan anak dari pasangan Polandia. Ladislaf Starevitch juga dianggap sebagai bapak animasi boneka (puppet animation) dan kerap disandingkan dengan Winsor McCay yang dianggap sebagai bapak animasi gambar (drawn animation). Revolusi Oktober di Rusia membuat Starevitch beremigrasi ke luar negeri dan membuat perkembangan animasi Rusia seakan terhenti untuk beberapa tahun. Baru pada akhir dekade 1920-an, penguasa Rusia berhasil diyakinkan untuk memodali studio-studio animasi untuk membuat film-film (animated clips) untuk kebutuhan propaganda. Kondisi ini berakhir pada tahun 1956 dengan berakhirnya kepemimpinan Stalin. Pemimpin Rusia berikutnya, Khrushev membawa perubahan dan pembaharuan dalam politik dan budaya Uni Soviet. Perubahan ini juga menjadi titik tolak bagi perkembangan animasi Rusia. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk keluar dari patron ‘éclair’, bisa dikatakan sejak 1960 ke belakang, animasi Rusia meningkat secara kualitas. Ditandai dengan karya Fjodor Khitruks dalam History of a Crime/Story of One Crime (1961), yang untuk pertama kalinya sejak era Social Realism, berangkat dari tema kontemporer. Bercerita tentang isu-isu dalam realitas dunia modern dengan pendekatan grafis yang inovatif, film ini mengisahkan seorang laki-laki yang tidak bisa tidur akibat terganggu keributan (suara) yang dihasilkan lingkungan tetangga, film ini jadi sebuah kritik terhadap masyarakat Uni Soviet. Era pembaharuan yang dibawa Khushev juga menandai kelahiran kembali animasi boneka (puppet animation) yang merupakan pionir dalam animasi Rusia. Animasi boneka yang seakan-akan terhenti perkembangannya semasa kekuasaan Stalin, kembali dihidupkan dengan dibuka kembali divisi animasi boneka pada Soyuzmultfilm pada tahun 1953. Dikepalai oleh Boris Stepantsev (The Nutcracker, Petia and Little Red Riding Hood), divisi ini berusaha untuk menemukan kembali pengetahuan mengenai animasi boneka yang seakan-akan hilang setelah masa Alexander Ptushko. Karakter yang kemudian terkenal melalui animasi boneka adalah Cheburaskha, karakter dari cerita fairy tale yang ditulis oleh Eduard Uspersky dan dibuat ke dalam versi animasi oleh Soyuzmultfilm. Meskipun dalam banyak terdapat keterbatasan, generasi animator Rusia tetap mampu menghasilkan karya-karya bermutu, dengan kerjasama internasional. Seperti karya Alexander Petrov, The Mermaid (1996) – mendapatkan nominasi Oscar- dan The Old Man and The Sea (1999) yang mendapatkan Oscar untuk kategori Best Animated Short pada tahun 2000. Atau karya-karya dari Konstatin Bronzit yang gemar menempatkan karakter-karakter- nya dalam situasi paling tidak nyaman dan tidak mungkin, dan penonton akan tertawa melihat bagaimana mereka mengatasi hal-hal tersebut. Switchcraft (1995) dan At the Ends of Earth (1999) adalah hasil karya Bronzit,dan hingga kini animasi rusia seperti halnya animasi amerika dan negara-negara lain turut berkembang dengan pesat.

Perkembangannya di Indonesia

Animasi Indonesia sudah sangat bagus, tapi kalau di lihat dari perkembanganya memang masih sangat kurang. Ini karena animasi Indonesia dari segi gambar atau pengolahan gambar menjadi gerak memang masih kelihatan kaku. 
Sudah banyak animator di Indonesia mengembangkan animasi yang lebih bagus dari segi gerak, effect, dll. Tapi animasi yang mereka buat tidak pernah kita lihat atau di putar di TV. Kenapa bisa begitu ? Pekerjaan sebagai animator sangatlah susah, mengahabiskan biaya yang banyak untuk membuat animasi yang berdurasi sekitar 30 menit kurang atau 10 menit kurang. Biaya yang dihabiskan bisa mencapai 50 juta untuk membuat 1 animasi. 

Contoh animasi lokal


Ada beberapa hal yang menyebabkan animasi Indonesia kurang diminati oleh masyarakat Indonesia. Pengambangan karakter yang kurang dan cerita yang kurang menarik. Itulah sebabnya anak – anak lebih memilih animasi luar ketimbang animasi lokal, menurut mereka animasi lokal kurang bagus di gambar atau alasan – alasan yang lain. 

Kalau bisa dilihat animasi luar memiliki cerita yang menarik, karakter yang mudah diingat oleh semua orang, penggabungan cerita dari berbagai unsur, dan latar gambar yang berbeda seperti latar masa depan, luar angkasa, dll. Meskipun begitu ada sisi negatif dari animasi luar yaitu mereka menampilkan adegan – adegan yang tidak boleh di tiru oleh anak – anak di bawah umur. Sudah banyak kejadian yang menimpa anak – anak akibat menonton animasi luar.


Sumber :
www.goblog.blog.stisitelkom.ac.id
http://www.ideanimasi.com/animasipedia/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/perkembangan-animasi/

Pengembangan Multimedia dan Augment Reality



Pengembangan Multimedia dan Teknologi Augment Reality


Sejarah perkembangan multimedia
Pada awal tahun 1993, Satelindo adalah perusahaan swasta yang pertama terjun pada bisnis layanan satelit dengan meluncurkan Satelit Palapa C1. Satelit Palapa C1 dan lalu C2 bakal berumur hingga 14 tahun. Satelit-satelit ini telah digunakan secara luas oleh beberapa negara di ASEAN. Indonesia antara lain menggunakannya untuk layanan komunikasi yang dikelola oleh Telkom dan Indosat, juga untuk layanan siaran televisi 5 TV swasta dan TVRI. Bahkan digunakan untuk 5 channel siaran langsung TV Satelit Indovision (Direct Broadcasting Satelite) yang kini sudah berkualitas digital (19 channel). Bahkan tengah November lalu, PT. Media Citra Indostar telah meluncurkan satelit Cakrawarta-1 untuk menggantikan kerja Satelit Palapa C2 dalam mengudarakan siaran Indovision. Dengan satelit ini Indovision kelak akan menyelenggarakan layanan yang bisa disebut layanan interaktif, karena akan tersedia antara lain layanan teleconference, Video on Demand (VoD), home shopping, home banking dan komunikasi data (internet). Ada dua perusahaan multimedia baru lainnya yang segera akan beroperasi dengan jaringan kabel serat optik, yaitu PT Indonusa Telemedia dan Multimedia Nusantara. Perusahaan-perusahaan multimedia lainnya adalah: PT Multi Media Asia Indonesia, PT Yasawirya Tama Cipta. Sehingga Indonesia boleh disebut sekarang telah memasuki era industri multimedia. Meski layanan multimedia sudah dioperasikan di Indonesia, namun terminologi mengenai multimedia sendiri belum lagi akrab dengan masyarakat Indonesia. Multimedia lebih akrab dipahami sebagai satu pencapaian teknologi pada personal computer (PC). Jika sebuah PC disebut multimedia, maka PC tersebut memiliki kemampuan menampilkan gambar bergerak dan suara, misalnya dari Video Compact Disc, Audio Compact Disc, serta dapat berkomunikasi antar komputer atau jaringan komputer melalui modem.
Padahal multimedia memiliki arti yang lebih luas. Multimedia merupakan keterpaduan teknologi informasi (misalnya komputer) dengan teknologi komunikasi (misalnya jaringan kabel coaxial atau satelit). Kalau dipisahkan berdasarkan etimologi kata multimedia terdiri dari multi dan media. Multi berarti beragam, sedangkan Media berarti sarana penyampaian informasi. Sedangkan menurut Wahyu Wijayadi dalam sebuah makalah sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat yang berjudul ''Perkembangan Teknologi Multimedia dan Implementasinya'', multimedia terdiri dari (1) unsur suara, (2) unsur gambar atau video, (3) unsur teks/data, (4). terpadu dalam satu media penyampaian, (5). Interaktif/bukan informasi satu arah. Sedangkan jenis jasa multimedia terdiri dari dua, yaitu berdiri sendiri (stand alone/off line), dan terhubung dengan jaringan telekomunikasi (network-online). Banyak perkembangan-perkembangan baru setelah diluncurkannya Satelit Palapa C1 & C2 beberapa tahun yang lalu. Seperti misalnya ditaburkannya satelit komunikasi di atas langit Indonesia oleh perusahaan-perusahaan asing di mana banyak pengusaha Indonesia terlibat dalam kepemilikan saham di dalamnya, di antaranya adalah PT. Bakri Communication Corporation pada Irridium Project, sebuah proyek telepon satelit dunia untuk memecahkan masalah blank spot pada telepon selular biasa, AMPS atau GSM. Indosat pun masuk menjadi salah satu pemodal pada konsorsium ICO Global Communication (ICO-GC), sebuah telepon satelit setelah Irridium.
Sementara di belahan lain dari bumi ini, Microsoft dengan beberapa perusahaan juga telah merambah pada industri satelit layanan komunikasi yang lain, seperti internet, video conference atau video on demand. Proyeknya yang terkenal sekarang ini adalah CyberStar atau "Internet di Angkasa" yang mungkin akan menyediakan layanannya di Indonesia. Selain bisnis ternyata politik pun ikut mengembangkan multimedia di Indonesia. Sejak Pemilu beberapa bulan lalu PT. Telkom berharap tidak ada satu kecamatan pun di Indonesia yang tidak bisa dihubungi lewat sambungan telepon dengan teknologi satelit VSAT (very small aperture terminal). Sayangnya fasilitas yang sudah dimiliki ini tidak berfungsi pada saat kebakaran hutan dan bencana kelaparan di Indonesia.
Aspek-aspek Pendorong Perkembangan Multimedia Dari hari kehari perkembangan multimedia semakin maju, hal ini disebabkan semakin beraneka ragamnya kebutuhan akan multimedia. Semakin banyaknya software yang bermuculan untuk membuat aplikasi berbasis multimedia ini. Dan juga beraneka ragam kebutuhan akan informasi. Aspek yang merupakan pendorong perkembangan multimedia diantaranya adalah hoby, telekomunikasi, consummer electronic, TV, movie, broadcasting industry, publishing house dll. Sistem Multimedia sendiri mempunyai karakteristik “ Must be Computer Controlled, Integrated (Text, Animation, Audio, Video), Represented Digitally dan Interface to user may permit interactivity “.
Augmented Reality atau dalam bahasa indonesia disebut dengan Realitas tertambah adalah merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya atau tidak nyata dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah hal yang seolah nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata sehingga terjadi Interaksi Fisik antara maya dan nyata

Pengertian Multimedia
Wiliam Ditto (2006) menyatakan definisi multimedia dalam ilmu pengetahuan mencakup beberapa aspek yang saling bersinergi, antara teks, grafik, gambar statis, animasi, film dan suara. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Penelitian tersebut antara lain yang dilakukan oleh Francis M. Dwyer. Hasil penelitian ini antara lain menyebutkan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil penelitian ini maka multimedia interaktif (user melakukan) dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran.
Dalam perkembangannya multimedia dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun di dalamnya. Sifatnya sekuensial atau berurutan dan durasi tayangannya dapat diukur. Film dan televisi termasuk dalam kelompok ini.
 Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Ciri khasnya, multimedia ini dilengkapi dengan beberapa navigasi yang disebut juga dengan graphical user interface (GUI), baik berupa icon maupun button, pop-up menu, scroll bar, dan lainnya yang dapat dioperasikan oleh user untuk sarana browsing ke berbagai jendela informasi dengan bantuan sarana hyperlink. Penerapan multimedia interaktif ini didapat pada multimedia pembelajaran serta aplikasi game. Multimedia interaktif tidak memiliki durasi karena lama penayangannya tergantung seberapa lama pengguna mem-browsing media ini.

Unsur-unsur multimedia
1. Teks, dapat disajikan dengan berbagai bentuk model dan ukuran huruf atau font, teks adalah kombinasi huruf yang membentuk satu ayat atau perkataan yang menerangkan atau membincangkan suatu topik dan topik ini dikenal sebagai informasi berteks.
2. Animasi, menurut Simon 1995: 134, animasi adalah paparan urutan lakaran yang setiap satunya terdapat sedikit perbedaan untuk menghasilkan satu pergerakan secara berterusan. Animasi akan sangat menarik perhatian untuk menghilangkan kejenuhan yang monoton.
3. Citra/Gambar, menurut Agnew dan Kellerman (1996) grafik adalah sebagai garisan, bulatan, kotak, bayangan, warna dan sebagainya yang dibina dengan menggunakan program melukis. Dengan adanya grafik penyampaian sebuah informasi akan lebih menarik dan efektif, grafik merupakan rumusan maklumat dalam bentuk visual. Ingat bahwa gambar akan mewakili sejuta kata-kata.
4. Suara/Audio, didefinisikan sebagai sembarang bunyi dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang boleh didengar. Audio sendiri juga meningkatkan daya tumpuan dan daya tarikan, dengan tambahan suara yang terproses dan tambahan sound efek generator maka suara yang dihasilkan akan ditampilkan dengan begitu mempesona dan memukau pendengarnya.
5. Video, Agnew dan Kellerman (1996) mendefinisikan video sebagai media digital yang menunjukkan susunan atau urutan gambar-gambar pegun dan memberikan ilusi, gambaran serta fantasi kepada gambar yang bergerak. Video menyediakan satu kaedah penyaluran informasi yang amat menarik dan live. Video merupakan sumber atau media yang paling dinamik serta efektif dalam menyampaikan suatu informasi.

Contoh Augment Reality



Dari contoh di atas bahwa Augmented Reality adalah teknologi yang akan terus di kembangkan di masa depan untuk memenuhi kebutuhan manusia, pasalnya dalam beberapa tahun perkembangan teknologi yang pesat membuat seseorang semakin maju,


Dalam kehidupan sehari hari teknologi seperti ini dapat digunakan dalam bidang  :


1. Kesehatan
Teknologi seperti ini di gunakan dalam bidang kesehatan yaitu di gunakan oleh rumah sakit untuk mengatasi pasiennya contoh penggunaannya adalah pada pemeriksaan sebelum operasi, seperti CT Scan atau MRI, yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien


2. Hiburan
Penggunaan teknologi berbasis Augmented reality ini tak hanya di bidang instansi namun juga dapat di gunakan oleh Pribadi yaitu sebagai Hiburan

Contoh video hiburan :





Sumber : http://stitattaqwa.blogspot.com/2012/06/pengembangan-multimedia-dalam-dunia.html
http://ardhastres.blogspot.com/2012/06/augmented-reality-teknologi-masa-depan.html